Rabu, 10 Agustus 2016

Membangun Rumah dari Sampah





Sumber gambar: treehugger.com

Semakin banyak orang yang semakin kreatif terutama saat memanfaatkan berbagai barang tak terpakai yang ada di sekitarnya atau bisa dikatakan sampah. Harus kita akui bahwa sampah memang sangat mengganggu lingkungan dan di Indonesia masalah sampah tak ada habisnya. Sehingga banyak sekali bencana banjir yang terjadi dan selalu menjadi peristiwa yang dihadapi setiap tahun. Apakah banjir termasuk musim? Bukan dong tentunya ya! Karena sampah bukanlah bencana tetapi perilaku kita sendiri yang menyebabkan sampah itu ada.

Sumber: bitrebels.com
Seandainya saja sampah itu adalah bahan bakar yang bisa digunakan utnuk berbagai keperluan manusia, dapat kita bayangkan betapa banyak orang yang mengejar keberadaan sampah dan mengumpulkannya demi keperluannya sendiri. Masalah sampah pun dapat kita atasi. Namun sayangnya di Indonesia, sampah ya tetap saja sampah. Industri kreatif memang ada juga yang memanfaatkan sampah untuk digunakan membuat berbagai produk kerajinan. Tapi seberapa mampu sampah yang ada terserap. Apakah sejalan dengan kemunculan sampah-sampah berikutnya? Plastik adalah sampah yang banyak sekali mengganggu keindahan negeri kita ini.

Produk apa yang terus dibuat banyak orang dan semua orang butuh dan bisa membuat sampah digunakan lebih banyak? Selain tas dari plastik bekas kemasan deterjen, atau pot bunga dari botol minuman bekas. Saya pikir semua orang butuh rumah. Lihat saja semakin banyak orang yang membeli rumah baik secara tunai atau pun kredit. Tak jarang membangun sendiri juga dilakoni karena memang rumah adalah kebutuhan setiap orang. Kita tak bisa tak punya tempat tinggal walaupun memang banyak juga orang yang harus hidup dalam gerobak sampah karena ketiadaan rumah.

Saya sering googling soal cara membangun rumah dari botol plastik bekas minuman. Ini akan menjadi inovasi yang sangat menjanjikan untuk mengurangi atau bahkan menghabiskan sampah yang ada bukan? Sampah-sampah yang lain seharusnya bisa dihancurkan dengan mesin untuk membuat semacam bahan bangunan yang bisa digunakan untuk membangun rumah. Dibandingkan kita harus membuat kerusakan lebih banyak di alam ini demi membangun rumah untuk kita tinggal, apa tidak sebaiknya sampah-sampah itu kita ubah menjadi bahan bangunan?

Rumah yang dibangun dari sampah harganya akan jauh lebih miring bukan dibanding rumah yang dibangun dengan bahan baku non-sampah apalagi kalau dari kayu, sekarang ini kayu harganya terus naik karena kekurangan sumber daya alam. Keberadaan kayu semakin menipis. Hutan semakin berkurang. Berapa banyak pohon yang akan kita selamatkan dengan menggunakan sampah sebagai bahan untuk membuat rumah? Syukur-syukur jika selain membangun rumah bisa juga membangun tempat yang lebih luas entah itu hotel, kantor pemerintahan, atau sekolah.

Ngomong-ngomong soal sekolah nih, banyak sekali sekolah yang belum layak untuk dijadikan tempat belajar mengajar. Coba ada yang punya kemampuan untuk membangun sekolah tersebut dengan memanfaatkan sampah yang ada, berapa banyak sekolah yang akan berdiri dengan kelas yang cukup dan nyaman buat muridnya?

Kita tidak bisa hanya diam dan membisu, menyelamatkan diri sendiri tanpa peduli dengan keadaan orang lain di sekitar kita. Apalagi sampah ini masalah seisi dunia. Jika bumi ini sudah penuh sampah kita mau tinggal di mana? Seberapa mampu kita menampung sampah di tempat pembuangan akhir? Sampah itu harus diubah menjadi sesuatu yang bisa kita manfaatkan. Dengan mesin-mesin yang akan menghancurkannya sampai menjadi butiran yang bisa digunakan untuk bahan bangunan.

Sumber gambar: oodshomedesign.com

Di dalam artikel ini saya sertakan juga beberapa foto rumah yang dibangun dari botol plastik bekas minuman. Di Pontianak masih belum ada yang membuat rumah seperti ini. Jikalau ada saya yakin akan banyak sekali anak-anak remaja yang tertarik untuk datang dan melihat rumah dari botol plastik tersebut dan berfoto bersamanya. Menjadikan rumah botol plastik sebagai tempat wisata. Taman-taman yang indah bisa dibangun pula di sekitar rumah botol plastik.

Bisakah Anda membayangkan berapa banyak uang yang kita selamatkan dari mahalnya biaya membangun rumah? Seberapa banyak sampah yang bisa kita serap untuk membangun sebuah rumah?