Jumat, 02 Maret 2018

Rangkaian Event Bank Mandiri Festival Imlek 2018



Perayaan Imlek atau dikenal dengan tahun baru chines, menjadi salah satu perayaan Nasioonal, dalam memeriahkan perayaan Imlek ini, Bank Mandiri, yang merupakan Bank BUMN, berinovasi dalam memeriahkan perayaan tersebut, untuk meningkatkan kerecayaan nasabah dengan semboyan loyalty program, Perseroan ini menyelenggarakan Mandiri festival Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak, sebagai apresiasi kebudayaan yang ada di Kalimantan Barat khususnya di Pontianak.

Rangkaian acara event tahunan Bank Mandiri di bu ka dengan Mandiri Food Festival pada tanggal 19 sampai dengan 25 Februari 2018 event inidi laksanakan di area parkiran ayani Mega Mall Pontianak, acara ini sukses dengan memecahkan rekor MURI dengan lomba masak ikan asam pedas Pontianak, dan di ikuti oleh 430 perserta, merupakan acara makan-makan terbesar yang pernah ada di Pontianak.sekaligus demo masak yang di peragakan oleh chef Aiko.

Kegiatan ini berupaya mempromosikan, dan memajukan wisata kuliner di Pontianak. Mandiri food festival menghadahirkan sekitr 150 stand makan dan berbagai jenis souvernir khas Kalimantan Barat. Bank Mandiri juga mempromosikan pembayaran E-cash dan E-money. Transaksi non tunai merupakansalah satu bentuk dukungan Bank Mandiri terhadap program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai.


Event berikutnya adalah Mandiri Barongsai Festival yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari sampai dengan 3 maret 2018 di jalan Diponegoro. dalam event ini ratusan nasabah dan non nasabah hadir dalam kemeriahan perayaan imlek 2569, dan pada acara Festival perlombaan atraksi Barongsai IV ini juga di meriahkan oleh naga bersinar ada pameran kuliner di sepanjang jalan Diponegoro dan pemilihan koko mei mei dan duta budaya tionghoa.
Sebanyak 23 perkumpulan barongsai ikut ambil bagian dalam event ini,berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.


Sebagai mitra bisnis Bank Mandiri ikut andil dalam perayaan imlek dan Cap Go Meh. Sebagai perwujudan kepedulian perkembangan budaya tiong hoa terhadap nasabah dan pebisnis yang merayakannya, tradisi ini merupakan budaya kearifan lokal dah harus di jaga kelestariannya.